Bahan Dasar pembuatan Kue (Roti


Bahan Dasar pembuatan Kue (Roti)

- Mentega (Margarine)

- Tepung + Gula + Susu bubuk

- Air es

- Garam meja

Dengan perbandingan Tepung : Gula : Susu bubuk : Air es : Mentega = 250 : 35 : 15 : 150 : 30


Persamaan dan Perbedaan Antara Ragi Instan dengan Garam Karbonat (Baking Soda)

Persamaan ragi instan dan garam karbonat (baking soda) adalah keduanya berfungsi sebagai bahan pengembang yang menghasilkan gas karbondioksida untuk membuat adonan mengembang dan bertekstur ringanPerbedaan utamanya adalah ragi adalah organisme hidup yang bekerja melalui proses fermentasi biologis, membutuhkan waktu lebih lama, dan menghasilkan rasa khas;  sedangkan baking soda adalah senyawa kimia yang bekerja dengan reaksi kimia ketika bertemu asam, menghasilkan efek instan dan umumnya digunakan pada kue dan biskuit. 

Ragi Instan
  • Komposisi: 
    Organisme hidup (mikroorganisme) dari jenis khamir , seperti Saccharomyces cerevisiae.   
  • Mekanisme Kerja: 
    Bekerja melalui proses biologi yang disebut fermentasi, mengubah gula menjadi karbondioksida dan alkohol, yang membuat adonan mengembang. 
  • Waktu: 
    Membutuhkan waktu lebih lama karena proses fermentasi biologis yang lebih lambat, ideal untuk adonan yang memerlukan waktu pengembangan yang cukup lama. 
  • Hasil: 
    Menghasilkan tekstur yang kenyal dan berongga pada roti, serta memberikan rasa yang kompleks dan khas karena fermentasi. 
  • Penggunaan Umum: 
    Terutama digunakan untuk roti, pizza, dan pastry. 
Garam Karbonat (Soda Kue/Soda Kue)
  • Komposisi:  Senyawa kimia yaitu natrium bikarbonat, suatu bahan pengembang kimia. 
  • Mekanisme Kerja:  Bereaksi dengan asam dalam adonan (seperti cuka, yogurt, atau buttermilk) untuk menghasilkan gas karbondioksida secara cepat. 
  • Waktu:  Memberikan pengembangan yang cepat karena reaksi kimia yang instan, bukan karena proses biologi. 
  • Hasil:  Membuat adonan menjadi ringan dan empuk, namun tidak memberikan rasa khas seperti fermentasi ragi. 
  • Penggunaan Umum:  Umumnya digunakan pada kue, muffin, pancake, dan biskuit. 

Penyempurna Roti (Bread Improver)

Bread improver adalah campuran berbagai bahan tambahan makanan, seperti enzim, asam askorbat (vitamin C), pengemulsi, dan tepung, yang digunakan dalam pembuatan roti untuk meningkatkan kualitas dan karakteristik adonan serta roti yang dihasilkan secara konsisten. Bahan ini membantu memperkuat gluten, meningkatkan volume dan tekstur roti, mempercepat fermentasi, serta memperpanjang umur simpan roti. 
Fungsi utama bread improver:
  • Memperkuat Gluten: 
    Meningkatkan kekuatan dan elastisitas gluten dalam adonan, sehingga adonan lebih stabil, mudah dibentuk, dan tidak mudah rusak saat diproses. 
  • Meningkatkan Volume Roti: 
    Adonan yang memiliki gluten kuat akan mampu menahan gas fermentasi lebih baik, menghasilkan volume roti yang lebih besar dan lebih mengembang. 
  • Memperbaiki Tekstur dan Kelembutan: 
    Membantu menciptakan pori-pori roti yang lebih seragam dan meningkatkan kelembutan roti, yang bertahan lebih lama setelah dipanggang. 
  • Mempercepat Fermentasi: 
    Beberapa komponen dalam Bread Improver dapat mempercepat proses fermentasi adonan. 
  • Meningkatkan Stabilitas Adonan: 
    Menjadikan adonan lebih mudah dikelola dan diproses, terutama saat menggunakan mesin, serta meningkatkan stabilitas adonan setelah proses pengolahan. 
  • Memperpanjang Umur Simpan: 
    Membantu menjaga kelembaban roti dan memperpanjang masa simpannya. 
Kandungan umum penyempurna roti: 
  • Enzim:  Seperti amilase dan protease, yang memecah karbohidrat dan protein untuk mempengaruhi tekstur.
  • Asam Askorbat (Vitamin C):  Berperan sebagai pengoksidasi untuk memperkuat gluten.
  • Pengemulsi :  Membantu menyatukan bahan-bahan dalam adonan.
  • Tepung/Pati:  Sebagai bahan dasar dan pengisi.
Perbedaan Bread Improver dengan Ragi:
Ragi tetap dibutuhkan dalam pembuatan roti karena ragi adalah bahan pengembang utama yang menghasilkan gas melalui fermentasi. Bread Improver berfungsi sebagai bahan pendukung yang mengoptimalkan kerja ragi dan meningkatkan kualitas adonan serta roti secara keseluruhan. 

Taburan (Topping)
Aneka topping merujuk pada beragam hiasan atau penambah rasa untuk makanan dan minuman, seperti topping minuman kekinian (whipped cream, cheese foam, boba) dan topping kue klasik (sprinkle, cokelat, buah, kacang, buttercream) serta topping spesifik seperti untuk martabak (kacang, meses, keju) atau es krim (saus cokelat, buah, sprinkle). 

Memanggang atau Mengkukus Kue

Tidak ada pilihan yang "lebih baik"; saat memilih antara dipanggang dan dikukus, semuanya bergantung pada tekstur yang Anda inginkan untuk kue manisan Anda. Mengukus menghasilkan kue yang lebih lezat, lembap, dan lebih padat daripada kue yang dipanggang di oven . Sebaliknya, memanggang di oven memungkinkan Anda lebih mengontrol teksturnya.


Comments

Popular posts from this blog

Cegah Uban dengan 3 Jenis Vitamin B

PUDING AGAR-AGAR MERAH PUTIH

GLUCOSE POWDER